Alasan perlunya browser IE dan Firefox

Ini adalah pengalaman pribadi saya, kemarin secara tidak sengaja saya membuka blog saya di komputer milik teman dengan menggunakan browser Internet Explorer (IE). Betapa kagetnya saya setelah melihat tampilan blog saya ternyata berantakan. Semua widget berada di sidebar kanan dan sidebar kiri menghilang, padahal jika dibuka dengan Firefox, saya memiliki dua buah sidebar dan saya meletakkan widget-widget dalam dua sidebar tersebut. Begitu saya buka kembali blog saya dengan browser Firefox, ternyata baik-baik saja. Saya pun bertanya ada apa gerangan? Kemudian saya coba bertanya ke mbah Google, dan saya menemukan banyak sekali kasus yang sama seperti yang saya alami. Sebelumnya memang blog saya tidak ada masalah baik dibuka dengan IE, Firefox, atau Google Chrome.

Lalu saya teringat beberapa hari yang lalu saya menambahkan sebuah kolom diatas sidebar yang saya gunakan untuk menampilkan recent post. Kemudian saya telusuri kembali kode-kode CSS pada template saya dan mencoba melakukan sedikit perubahan pada margin kiri dan kanan dari kolom-kolomnya.

Akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya, ternyata seting margin yang sama akan menampilkan hasil yang berbeda antara browser Firefox dan IE. Jika pada IE sudah sempurna belum tentu pada Firefox begitupun sebaliknya. Namun karena saya sendiri pun masih awam dengan kode-kode CSS maupun HTML, template saya pun tidak bisa ditampilkan sempurna pada kedua browser tersebut. Karena saya lebih suka menggunakan Firefox, akhirnya saya memilih untuk mendapatkan tampilan terbaik untuk Firefox tapi masih bisa dibuka normal dengan IE meskipun tidak maksimal.

firefox-IE
Ada pelajaran yang saya dapatkan dari kasus tersebut yaitu untuk selalu menggunakan kedua browser tersebut pada saat mengedit template. Lakukan preview dengan IE dan Firefox setelah menyimpan hasil editing untuk menghindari hasil yang tidak diinginkan.

Jadi bagi anda yang mengalami hal yang sama dengan saya, cobalah untuk melakukan sedikit perubahan pada margin kiri atau kanan dari kolom sidebar maupun kolom posting. Ganti nilai margin sedikit lebih kecil dari sebelumnya, lakukan satu-satu dari mulai kolom posting atau main-wrapper dan lihat hasilnya. Jangan merubah semua margin sekaligus untuk menghindari kesalahan. Semoga bermanfaat..

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s